Translate

Jumat, 18 Oktober 2013

sufyan ats sauriy

BIOGRAFI IMAM SUFYAN ATS-TSAURI
Jumat, 05 Maret 10
“Sufyan Ats-Tsauri adalah pemimpin ulama-ulama Islam dan gurunya. Sufyan rahimahullah adalah seorang yang mempunyai kemuliaan, sehingga dia tidak butuh dengan pujian. Selain itu Ats-Tsauri juga seorang yang bisa dipercaya, mempunyai hafalan yang kuat, berilmu luas, wara’ dan zuhud”, demikian kata Al-Hafidz Abu Bakar Al-Khatib rahimahullah.
Nama, Kelahiran dan Tempatnya
Nama lengkapnya adalah: Sufyan bin Said bin Masruq bin Rafi’ bin Abdillah bin Muhabah bin Abi Abdillah bin Manqad bin Nashr bin Al-Harits bin Tsa’labah bin Amir bin Mulkan bin Tsur bin Abdumanat Adda bin Thabikhah bin Ilyas.
Kelahirannya: Para ahli sejarah sepakat bahwa beliau lahir pada tahun 77 H. ayahnya adalah seorang ahli hadits ternama, yaitu Said bin Masruq Ats-Tsauri. Ayahnya adalah teman Asy-Sya’bi dan Khaitsamah bin Abdirrahman. Keduanya termasuk para perawi Kufah yang dapat dipercaya. Mereka adalah termasuk generasi Tabi’in.
Tempat kelahirannya: beliau rahimahullah dilahirkan di Kufah pada masa khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Dan beliau keluar dari Kufah tahun 155 H dan tidak pernah kembali lagi.
Sanjungan Para Ulama Terhadapnya
Sufyan bagaikan lautan yang tidak diketahui kedalamannya, bagaikan air bah yang mengalir yang tidak mungkin terbendung.
Diantara pujian para ulama terhadap beliau adalah:
Waqi’ berkata : “ Sufyan adalah bagaikan lautan”.
Sedang Al-Auza’I juga mengatakan, “Tidak ada orang yang bisa membuat ummat merasa ridha dalam kebenaran kecuali Sufyan.”
Sufyan bin ‘Uyainah juga telah berkata, “Aku tidak melihat ada orang yang lebih utama dari Sufyan, sedang dia sendiri tidak merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling utama.”
Dari Yahya bin Said, bahwa orang-orang bertanya kepada kepadanya tentang Sufyan dan Syu’bah, siapakah diantara keduanya yang paling disenangi?
Yahya bin Said menjawab, “Persoalannya bukan karena senang, sedangkan jika karena rasa senang, maka Syu’bah lebih aku senangi dari Sufyan, karena keunggulannya. Sufyan bersandarkan kepada tulisan sedang Syu’bah tidak bersandar kepada tulisan. Namun Sufyan lebih kuat ingatannya dari Syu’bah, aku pernah melihat keduanya berselisih, maka pendapat Sufyan Ats-Tsauri yang digunakan.”
Dari Yahya bin Ma’in, dia berkata, “Tidak ada orang yang berselisih tentang sesuatu dengan Sufyan, kecuali pendapat Sufyanlah yang digunakan.”
Ahmad bin Abdullah Al-Ajli berkata, “Sebaik-baik sanad yang berasal dari Kufah adalah dari Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdullah.”
Ulama-ulama besar, seperti Syu’bah, Sufyan bin Uyainah, Abu ‘Ashim An-Nabil, Yahya bin Ma’in dan yang lain berkata, “Sufyan adalah Amirul Mukminin dalam hadits.”
Ibnu Al-Mubarak pernah berkata, “Aku telah menulis hadits dari 1100 guru, namun aku tidak tidak bisa menulis sebaik Ats-Tsauri.”
Al-Hafidz telah menuturkan sifat-sifat baik yang dimiliki Sufyan sebagai berikut, “Sufyan adalah pimpinan orang-orang zuhud, banyak melakukan ibadah dan takut kepada Allah. Ats-Tsauri juga pimpinan orang-orang yang mempunyai hafalan yang kuat, dia banyak mengetahui tentang hadits dan mempunyai pengetahuan tentang ilmu fikih yang mendalam. Ats-Tsauri juga seorang yang tidak gentar cercaan dalam membela agama Allah. Semoga Allah mengampuni semua kesalahannya, yaitu kesalahan-kesalahan yang bukan hasil ijtihad.”
Dan masih banyak lagi pujian-pujian para ulama mengenai beliau rahimahullah, dan cukuplah apa yang disebutkan menjadi bukti bahwa beliau adalah seorang ulama yang sangat dipercaya dan diakui keluasan ilmunya.
Keteguhan Beliau Dalam Mengikuti Sunnah
Dari Syu’aib bin Harb rahimahullah, dia berkata, “Aku berkata kepada Sufyan, “Ceritakanlah sebuah hadits yang karena hadits itu Allah akan memberikan karunia kepadaku, dan jika aku berada di sisi-Nya dan Dia menanyaiku, maka aku akan katakan, “Wahai Tuhanku, Sufyan telah menceritakan hadits ini kepadaku, maka menjadi selamatlah diriku.”
Maka Sufyan berkata, “Tulislah, ‘Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk(ciptaan-Nya). Dari-Nya segala sesuatu ada dan hanya kepda-Nya semua akan kembali, dan barang siapa tidak mengakuinya maka dia telah menjadi kafir. Iman adalah perwujudan dari ucapan, perbuatan dan niat, kadar keimanan bisa bertambah dan bisa berkurang.”
Setelah aku menulisnya, kemudian aku tunjukkan tulisan itu kepadanya, dia berkata, “Wahai Syu’aib, apa yang telah kamu tulis tidak akan bermanfaat kepadamu hingga kamu membasuh khuffain (muzzah) dan menganggap bahwa melirihkan basmalah lebih utama dari mengeraskannya. Dan hendaknya kamu beriman kepada ketentuan atau qadar Allah, melakukan shalat berjamaah brsama imam, baik imam shaleh ataupun tidak shaleh.”
Kemudian Sufyan berkata, “Jihad hukumnya wajib, mulai zaman dahulu sampai Hari Kiamat, bersabarlah di bawah pemerinyahan seorang penguasa, baik penguasa yang adil maupun penguasa yang lalim.”
Aku bertanya, “Wahai Abu Abdillah, apakah aku harus berjamaah dalam setiap shalat?” dia menjawab, “Tidak, namun shalat Jum’at, shalat Idul Fithri dan shalat Idul Adha. Berjamaahlah di belakang imam yang kamu dapatkan dalam shalat-shalat tersebut. sedangkan untuk shalat-shalat yang lain hendaknya kamu memilih imam, janganlah kamu shalat berjamaah kecuali bersama imam yang telah kamu percaya, yaitu imam yang memegang teguh Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika kamu berada dihadapan Allah dan ditanya tentang hal-hal yang telah aku pesankan kepadamu tersebut, maka katakan, “Wahai Tuhanku, sufyan bin Said telah memberitakan komentar seperti ini, lalu biarkan masalahmu menjadi tanggungan antara aku dan Tuhanku.”
Adz-Dzahabi memberikan komentar tentang keterangan diatas, dia berkata, “Keterangan ini benar-benar dari Sufyan.”
Guru dan Murid-Murid Beliau Rahimahullah
Guru-Guru Beliau:
Al-Hafidz berkata, “Sufyan meriwayatkan dari ayahnya, Abu Ishaq Asy-Syaibani, Abdul Malik bin Umair, Abdurrahman bin ‘Abis bin Rabi’ah, Ismail bin Abu Khalid, Salamah bin Kuhail, Tharik bin Abdirrahman, Al-Aswad bin Qais, Bayan bin Bisyr, Jami’ bin Abi Rasyid, Habib bin Abi Tsabit, Husain bin Abdirrahman, Al-A’masy, Manshur, Mughirah, Hammad bin Abi Sulaiman, Zubaid Al-Yami, Shaleh bin Shaleh bin Haiyu, Abu Hushain, Amr bin Murrah, ‘Aun bin Abi Jahifah, Furas bin Yahya, Fathr bin Khalifah, Maharib bin Datsar dan Abu Malik Al-Asyja’i.”
Beliau juga meriwayatkan dari guru-guru yang berasal dari Kufah, yang diantaranya adalah: Ziyad bin Alaqah, ‘Ashim Al-Ahwal, Sulaiman At-Tamimi, Hamaid Ath-Thawil, Ayyub, Yunus bin Ubaid, Abdul Aziz bin Rafi’, Al-Mukhtar bin Fulful, Israil bin Abi Musa, Ibrahim bin Maisarah, Habib bin Asy-Syahid, Khalid Al-Hadza’, Dawud bin Abi Hind dan Ibnu ‘Aun.
Disamping itu, beliau juga meriwayatkan dari sekelompok orang dari Bashrah, yaitu Zaid bin Aslam, Abdullah bin Dinar, Amr bin Dinar, Ismail bin Umayyah, Ayyub bin Musa, Jabalah bin Sakhim, Rabi’ah, Saad bin Ibrahim, Sima budak Abu bakar, Suhail bin Abi Shaleh, Abu Az-Zubair, Muhammad, Musa bin Uqbah, Hisyan bin Urwah, Yahya bin Said Al-Anshari, dan sekelompok orang dari Hijaz dan yang lain.
Murid-Murid Beliau:
Al-Hafidz berkata, “Orang-orang yang meriwayatkan darinya tidak terhitung jumlahnya, diantaranya adalah: Ja’far bin Burqan, Khusaif bin Abdurrahman, Ibnu Ishaq dan yang lain, mereka ini adalah tergolong guru-guru Sufyan Ats-Tsauri yang meriwayatkan darinya.
Sedangkan murid-murid Ats-Tsauri yang meriwayatkan darinya adalah: Aban bin Taghlab, Syu’bah, Zaidah, Al-Auza’I, Malik, Zuhair bin Muawiyah, Mus’ar dan yang lain, mereka ini adalah orang-orang yang hidup sezaman dengannya.
Diantara murid-muridnya lagi adalah Abdurrahman bin Mahdi, Yahya bin Said, Ibnu Al-Mubarak, Jarir, Hafsh bin Ghayyats, Abu Usamah, Ishaq Al-Azraq, Ruh bin Ubadah, Zaidah bin Al-Habbab, Abu Zubaidah Atsir bin Al-Qasim, Abdullah bin Wahab, Abdurrazzaq, Ubaidillah Al-Asyja’I, Isa bin Yunus, Al-Fadhl bin Musa As-Sainani, Abdullah bin Namir, Abdullah bin Dawud Al-Khuraibi, Fudhail bin Iyadh, dan Abu Ishaq Al-fazari.
Selain yang disebutkan diatas murid-muridnya yang lain adalah Makhlad bin Yazid, Mush’ab bin Al-Muqaddam, Al-Walid bin Muslim, Mu’adz bin Mu’adz, Yahya bin adam, Yahya bin Yaman, Waki’, Yazid bin Nu’aim, Ubaidillah bin Musa, Abu Hudzaifah An-Nahdi, Abu ‘Ashim, Khalad bin Yahya, Qabishah, Al-faryabi, Ahmad bin Abdillah bin Yunus, Ali bin Al-Ju’di, dan dia adalah perawi tsiqat (terpercaya) paling akhir yang meriwayatkan dari Sufyan Ats-Tsauri.
Beberapa Mutiara Perkataannya
Dari Abdullah bin Saqi, dia berkata, “Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, melihat kepada wajah orang yang berbuat zhalim adalah suatu kesalahan.”
Dari Yahya bin Yaman, dia berkata, “Sufyan menceritakan sebuah hadits kepada kami, ‘Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam telah berkata: mendekatlah kalian kepada Allah dengan membenci orang-orang yang berbuat maksiat dan dapatkanlah ridha-Nya dengan menjauhi mereka.”
Orang-orang bertanya, “Dengan siapa kami harus bergaul, wahai Sufyan?” Sufyan menjawab, “Dengan orang-orang yang mengingatkan kamumuntuk berdzikir kepada Allah, dengan orang-orang yang membuat kamu gemar beramal untuk akhirat, dan dengan orang-orang yang akan menambah ilmumu ketika kamu berbicara kepadanya.”
Dari Abdulah bin Bisyr, dia berkata, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Sesungguhnya hadits itu mulia, barang siapa menginginkan dunia dengan hadits maka dia akan mendapatkannya, dan barangsiapa menginginkan akhirat dengan hadits maka dia juga akan mendapatkannya.”
Dari Hafsh bin Amr, dia berkata, “Sufyan menulis sepucuk surat kepada Ubbad bin Ubbad, dia berkata, ‘Amma ba’du, sesungguhnya kamu telah hidup pada zaman dimana para sahabat terlindungi dengan keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki, mereka mempunyai keberanian yang tidak kita miliki.
Lalu, bagaimana dengan kita yang mempunyai sedikit ilmu, mempunyai sedikit kesabaran, mempunyai sedikit perasaan tolong menolong dalam kebaikan dan manusia telah hancur serta dunia telah kotor?
Maka, hendaknya kamu mengambil suritauladan pada generasi pertama, yaitu generasi para sahabat. Hendaknya kamu jangan menjadi generasi yang bodoh, karena sekarang telah tiba zaman kebodohan.
Juga, hendaknya kamu menyendiri dan sedikit bergaul dengan orang-orang. Jika seseorang bertemu dengan orang lain maka seharusnya mereka saling mengambil manfaat, dan keadaan seperti ini telah hilang, maka akan lebih baik jika kamu meninggalkan mereka.”
Dalam surat tersebut Sufyan juga berkata, “Aku berpendapat, hendaknya kamu jangan mengundang para penguasa dan bergaul dengan mereka dalam suatu masal;ah. Hendaknya kamu jangan berbuat bohong, dan jika dikatakan kepadamu, ‘Mintalah pertolongan dari perbuatan yang zhalim atau kezhaliman,’ maka perkataan ini adalah kebohongan dari iblis.
Hendaknya kamu mengambil perkataan orang-orang yang benar, yaitu orang-orang yang mengatakan, “Takutlah fitnah dari orang yang taat beribadah namun dia seorang yang bodoh, dan fitnah dari orang yang mempunyai banyak ilmu namun dia seorang yang tidak mempunyai akhlak terpuji.”
Sesungguhnya fitnah yang ditimbulkan dari mereka berdua adalah sebesar-besar fitnah, tidak ada suatu perkara kecuali mereka berdua akan membuat fitnah dan mengambil kesempatan, janganlah kamu berdebat dengan mereka.”
Sufyan juga mengatakan, “Hendaknya kamu menjadi orang yang senang mengamalkan terhadap apa yang telah dia katakan dan menjadi bukti dari ucapannya, atau mendengar ucapannya sendiri. Jika kamu meninggalkannya maka kamu akan menjadi orang celaka.
Hendaknya kamu jangan mencintai kekuasaan, barangsiapa mencintai kekuasaan melebihi cintanya dengan emas dan perak, maka dia menjadi orang yang rendah. Seorang ulama tidak akan menghiraukan kekuasaan kecuali ulama yang telah menjadi makelar, dan jika kamu senang dengan kekuasaan maka akan hilang jati dirimu. Berbuatlah sesuai dengan niatmu, ketahuilah sesungguhnya ada orang yang diharapkan orang-orang disekitarnya agar cepat mati. Wassalam.”
Wafat Beliau
Adz-Dzahabi berkata, “Menurut pendapat yang benar, Sufyan meninggal pada bulan Sya’ban tahun161 H, Al-Waqidi juga mengatakan demikian, sedangkan Khalifah meragukannya dan dia berkata bahwa meninggalnya Sufyan adalah pada tahun 162 H.
Sufyan rahimahullah memberikan wasiat kepada Abdurrahman bin Abdul Malik, agar menyalatinya. Dan ketika beliau meninggal Abdurrahman pun memenuhi wasiatnya tersebut dengan menyalatinya bersama penduduk Bashrah. Mereka telah menjadi saksi meninggalnya Sufyan.
Abdurrahman bin Abdul Malik bersama Khalid bin Al-Haritsah dan dibantu penduduk Bashrah menguburkan Sufyan. Setelah acara pemakaman selesai, dia bergegas ke Kufah dan memberitahu keluarga Sufyan perihal meninggalnya Sufyan.
Demikian, semoga Allah memberikan rahmatNya yang luas dan memasukkannya ke dalam surgaNya yang tinggi yang buah-buahan didalamnya tidak tinggi hingga mudah dipetik oleh orang yang didekatnya. Amiin.
Sumber: dinukil dari kitab “Min A’lamis Salaf” karya, Syaikh Ahmad Farid, edisi indonesia : “60 Bigrafi Ulama Salaf” cet. Pustaka Azzam, hal : 212-230 dengan sedikit diringkas.
Oleh : Abu Thalhah Andri Abdul Halim.

Senin, 24 Juni 2013

lau klik baca selanjutnya jangan dibaca,akibat fatal bagi lau yang baca....






Kini & Esok
By: lentera

Kini kita ada di ujung tombak
Kesana kemari tak ada celah
Saatnya turun serentak
Mencari arah…
Kini kita bersiap berlari
Berpaut hati mencari
Derap-derap langkah pasti
Karna kita tak ingin rugi
Esok kita bersemedi
Menunggu,bertabur memberi
Dalam sunyi
Seakan meminta upah gaji
Esok lagi, lusa kita kembang tawa
Menyemat sebuah mahkota
Walau itu niskala
Jadilah kita..



What scream ?

             Apa benar social scream itu suatu gerombolan atau kelompok ,alangkah sempitnya kalau ia hanya sekedar gerombolan, berjajar atau berderet dengan gerombolan-gerombolan yang lain.
             Jangan kau katakana social scream itu gerombolan ,karna social scream itu menggerombol.menggeromblnya, mengelompoknya ,menyatunya antara
hati dengan hati yang bersapa’an ,bertautnya jiwa antara jiwa , mendekatkan badan yang bersebrangan , di sambungnya rantai sukma yang putus terpental , menambal yang retak ,bersinergi menjadi cinta berwujud senyawa ,senyawa itulah : social scream
social scream adalah pengembaraan panjang di jagat raya.
Social scream adalah ruh-ruh yang di tiupkan malaikat dari saripati keringat ,darah para pejuang
                Social scream adalah halilintar yang lantang menggelegar di telinga para iblis , yang memecah gendang pendengaranya , yang merontokan jidat-jidat panas ,Ka-Fa-Ro .
Adalah suara bernyanyi ,suara berteriak
yang se-inci pun suaranya tak kami jual sepenserpun
Social scream bergentayangan menaburkan-naburkan kasih sayang
mengangkat yang di jatuhkan
memungut yang di campakkan
menengok yang tak di hiraukan
mengingat yang di lupakan
mendengar rintihan yang lirih
melihat apa yang tak orang lain lihat
terjaga saat semua tertidur
berfikir saat semua manusia berbodoh ria
                  Social scream Adalah gelagat bangkitnya fajar , adalah sorot , adalah obor
,dalah pemberontak ,pengobrak-abrik kegelapan ialah para pendaki cahaya sejati
social scream adalah petualangan kemerdekaan menyusuri seluruh wilayah, bidang, garis, titik-titik, ketinggian dan kedalaman, cakrawala yang menantang ,jiwa rebah di bumi, kemudian terbang kembali ke segala penjuru langit tujuh.

                  maka jangan kau Tanya apa defenisi social scream
karna begitu social scream di defenisikan berakhirlah sejarah eksplorasinya. definisi itu membelenggu, sedangkan social scream it memerdekakan .

Social scream adalah . . . Social scream : kami !

Sejarah Madrasah Aliyah Al-Ma’had An-Nur
Madrasah Aliyah Al-Ma’had An-Nur di dirikan pada tanggal 22 oktober 1996 dibawah naungan Yayasan Al-Ma’had  An-Nur.lokasi madrasah menyatu dalam satu komplek pondok pesantren.keinginan mendirikan mau adalah tingginya animo masyarakat yang mendesak kepada yayasan agar para santri baru yang masuk lulusan MTs atau SMP bisa melanjutkan pendidikan yang setingkat SMA dengan umum berciri khas agama islam (pesantren) ditempat mereka mengaji.sehingga akan diperoleh ilmu yang serimbang antara umum dan agama.
       Ma Al-Ma’had An-Nur  sebagai program  pendidikan di pondok pesantren meng inflementasikan tekat pemeritah untuk membangun manusia seutuhnya. Turut serta dalam menciptakan generasi bangsa yang mempunyai daya intelektual tinggi. Berwawasan bangsa, sehat jasmani dan rohani, berjiwa religious serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
        Sesuai dengan misi dipondok pesantren sebagai wadah pembinaan moral santri, maka setiap siswa MA harus menjadi santri di pondok pesantren An-Nur. Oleh karena itu, kurikulum MA di terapkan berdasarkan kurikulum Depag , Diknas dan kepesantrenan.
         Sejak berdiri pada tahun ajaran 1996/1997 sampai tahun 1999/2000,MA dibawah naungan Bapak Zaini Abidin,S.Ag periode kedua dipegang oleh Bapak Moh.Mahfudz periode ketiga digantikan oleh Bapak KH.Muslim Nawawi. Beliau menjabat hanya sementara setelah itu mendapat bantuan kepala madrasah dari Depag yaitu Bapak H.Budirejo.MA sampai awal januari 2011. Kemudian mendapat bantuan kepala madrasah dari kemenAg DIY, yaitu Bapak Drs.H.Marhadi MSI hingga saat ini.

About “NATURAL FIRE”……???
         Terlahir berkat sebuah ksepakatan yg tak biasa, tercipta berkat kerjasama yg luar biasa, terbentuk berkat sebuah kbrsamaan yg takkan terhapus wlau jasad terpisah oleh masa LONG TIME AGO, pda hari dmana tdak ada satupun diantara kami yang tidak ada. Dalam sbuah ruangan besar nan megah, dimana smua menyebutnya XII IPA. kursi, meja, dan kawan"nya mnjadi saksi terciptanya sbuah nma yg mngistilahkan kbrsamaan kmi, sjak itu n smpai skrang, kmi mnybutnya NATURAL FIRE. Natural Fire For Us.. Natrl fire tdri dri 2 bhasa inggris ykni natural n fire. Natural b.arti alam, bsa d ktakan alami, kata alami bsa d ktakan mrni.. dlam hal ini b.arti sgala yg hrz kta jlani adl murni atas kehendak dan takdir-Nya. trmasuk sbgai anak jrusan IPA adl tkdirNya yg hrz kta jlani. jdi, sma skali slah jka ada ungkpan "salah jurusan" atau ungkpan lainnya yang bermaksud sama . Fire berarti api atau dpat d ktakan sbg semangat. ini b.arti apapun yg akan t.jdi pda awal, tengah, maupun akhir perjuangn , kmi akan jalani dgn smangat yg membara,, tak peduli walau yg kmi hdapi adlah MTK yang melelahkan, p.samaan FISIKA yg menakutkan, rumus kimia yg mmbingungkan, dan materi biologi yg membosankan. mungkin, bagi org lain NATURAL itu brlebihan, tpi bagi kmi itu sbuah ksempurnaan, , bagi org lain FIRE itu keterlaluan, tpi bagi kami itu sbuah keyakinan.